Pages - Menu

Translate

Yang Mengikuti

Cari Blog Ini


Jumaat, 8 Jun 2012

SIAPA YANG BERSAUDARA?

 "Memperhatikan kondisi ummat Islam yang saat ini boleh dikatakan tidak solid. Satu organisasi (kelompok) merasa tidak 'cocok' dengan organisasi yang lain. Bahkan ada juga yang sampai membuat selebaran dengan menuduh kelompok lain dengan tuduhan tertentu.

Nah kok begitu sih antara satu muslim dengan muslim yang lain. Kalau kita mo ngebaca ayat cinta dari Allah surat Al Hujurat ayat 10, maka kita akan menemukan sebuah keyakinan yang kuat untuk selalu menjaga ukhwah.

إنما المؤمنون إخوة فأصلحوا بين أخويكم واتق االله لعلكم ترحمون

10. orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

Dari hasil tadabbur ayat tersebut, ada prinsip dalam bersodara.

1.    Prinsip pertama adalah setiap orang mukmin pasti bersodara. 
إنما المؤمنون إخوة
Istilah hukumnya adalah asas praduga tak bersalah. Kok nyambungnya kesono sih? Iya dalam hukum setiap manusia yang dituduh akan dicap tak bersalah sampai ada hasil penyeledikan yang menyimpulkan bahwa dia bersalah. Demikian pula, setiap orang mukmin adalah bersodara, sampai ada persyaratan seorang mukmin dilanggar, maka persodaraan tersebut terputus. Nah, jika hal tersebut terjadi maka berlaku prinsip yang kedua.

2.    Prinsip kedua adalah jika ada permasalahan maka kudu diselesaikan dengan baik.
فأصلحوا بين أخويكم
Tentu untuk menyelesaikan permasalahan kudu dengan pendekatan yang sesuai pula.
Watashow bil haq, watashouw bish shobri dan watashow bil marhamah. (isi yang benar, cara yang sabar, penuh kasih sayang).
Lalu, jika tidak bisa juga pergi mana thingy? Yang kita kembalikan kepada prinsip ketiga.

3.    Prinsip ketiga adalah kembalikan kepada Allah, serahkan segala urusannya kepada Allah.
واتق االله لعلكم ترحمون
Bertaqwa kepada Allah, ya kita kudu pasrah kepada ketentuan yang ditetapkan-Nya. Dengan demikian kita akan mendapatkan kasih sayang dari Allah. Dan taqwa adalah menjadi ukuran mulia atau tidaknya seorang manusia dihadapan Allah, bukan pintarnya kita ber'mantiq', bermain kata-kata dalam menerjemahkan –mentakwilkan– ayat-ayat Allah dengan harapan sesuai dengan nafsunya belaka.


يأيهاالناس إن خلقنكم من ذكر وأنثى وجعلنكم شعوبا وقبآئل لتعرفوا إن أكرمكم عند الله أتقكم إن الله عليم خبير

13. Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.

Mudah-mudahan kita mendapatkan kasih sayang Allah.

Tiada ulasan:

Catatan Popular